Resensi Rekaman Jurnallica Webzine

Resensi Rekaman Jurnallica Webzine

Bonita – …laju CD
(RUMAHBONITA/DEMAJORS, 2010)

Tahun lalu, seorang biduanita bernama Tika berhasil membuat saya jatuh hati. Tahun 2010 ini, rasa itu telah tergantikan oleh Bonita –tentu itu semua karena keindahan suaranya. Namun, entah mengapa, setiap mendapati/ menyimak penyanyi wanita (khususnya di Indonesia), saya selalu terngiang dengan statement sarkas Tika dalam interviewnya di web ini, kalau: modal bokong ama bacot doang, jangan ngaku musisi lah…! Untungnya, puji tuhan, Bonita memiliki pita suara yang prima serta bokong yang sekal. Upss!!!

“…laju” adalah langkah baru Bonita setelah 7 tahun vakum dari dunia musik. Tapi, berhubung saya tidak tahu Bonita 7 tahun lalu seperti apa, maka saya hanya ‘melucuti’ apa yang ada di album keduanya. Dari komposisi materinya cukup mengindikasikan kalau pelaku musiknya adalah orang-orang yang berefrensi. Maksudnya, Bonita beserta ben pengiringanya sudah menjilati asam-garam. Maksudnya lagi, mereka bukan anak kemarin sore dalam bermusik. Begitu maksudnya, you dummy!

Boleh jadi saya bukanlah pribadi yang tepat untuk mengartikulasikan album Bonita yang lembut jadi terkesan kasar. Mungkin saya perlu belajar pada Denny Sakrie yang sensitif bagaimana estetika meresensi sebuah album pop-folk yang menarik. Namun, Anda juga jangan salah kira, dibalik merdunya alunan musik Bonita, pun tergurat bait-bait satir dalam sleeve kovernya yang berwarna dominan hijau toska dan merah muda.

Ketika Bonita bersenandung –di bait awal lagu pertama–, “di rumahku/ sangkar indah yang nyaman/ tempatku beristirahat”, semacam ikhtisar album ini sebelum Anda jauh memasuki jurnal 16 lagunya. Pop dalam lanskap folk memang terasa lebih sejuk dan tenang. Selain petikan akustik gitar yang bening, instrumen tradisional seperti djembe, akordian hingga guzheng (alat musik etnik Cina) menjadi alat mereka menenun irama.

Sebelumnya, single “Komidi Putar” pernah mengisi soundtrack film “Sang Pemimpi” yang bernuansa folk-Perancis lewat permainan akordian yang kental. Lagu-lagu Bonita lebih seperti alunan penghantar tidur (lullaby songs) atau cocok untuk dubing suatu acara bertema pemandangan alam.

Menuju deretan lagu-lagu akhir, kami terhangatkan oleh gaya vokal soul Bonita di “You Cheer Me Up”, sebelum akustik lullaby (kembali) menutup album ini dengan segala kenangannya, “ku telah jatuh cinta pada hidupku/ walau banyak penghalang/ ku ‘kan terus melaju”. Kalaupun Bonita tak merilis rekaman lagi di kemudian hari –karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi nanti–, “…laju” sudah cukup membuat reputasi Bonita sebagai salah satu biduanita pop-folk terbaik anak negri.

Lagi-lagi yang membuat miris, kenapa saya harus menemukan musisi-musisi seperti ini pada ‘mereka’ yang berkutat di jalur indie. Label-label major semakin tidak bisa diharapkan, terkecuali bila Bonita-nya yang ingin berdikari. Dunia pop bukan berarti dihuni mahluk menye-menye yang seperti menghantui di tv-tv hari ini. Atau, apa karena owners label-label major di negara ini matanya kurang melek? Padahal, secara musikal Bonita sudah easy-listening, lirik-liriknya yang terangkai puitis –meski tentang hidup & cinta–, plus bokong yang sekal pula. [Eits! Maaf, bila ada pengulangan-red].

Jelas, bahasa industri tak perduli bagus-buruknya suatu lagu/karya. Yang penting laris. Tak perlu memper-masalahkan bila tidak ingin dianggap masalah. Tapi, tidak-kah menyedihkan ketika selera sebagai fitrah manusia harus terbentuk oleh pasar? Ok, rasanya saya mulai menggerutu. Saya jadi teringat observasi seorang produser lokal terhadap selera dominan, kalau di Indonesia ini ternyata sound-sound butek itu yang laku. Nggak ada gunanya buat yang bagus-bagus kalau ngga laku. So, bukankah ini membuktikan kalau bangsa yang bobrok ini memang mayoritas selera musiknya JELEK. [Zim-Zum]

posted: June 10, 2010
Jurnallica Webzine
http://www.jurnallica.com

This entry was posted in Reviews. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>