RUMAH BONITA

RUMAH BONITA

Hari Sabtu bukan hari yang spesial buat gue. Sama kayak hari-hari biasanya, kecuali kenyataan bahwa banyak orang keluar hangout. Gue sih enggak ngefek. Buat gue semua hari pada dasarnya sama. Kecuali senin sama kamis, soalnya gue puasa. Lainnya sama aja.

Tapi, Sabtu tanggal 9 Januari adalah sabtu yang berbeda.

Adakah yang membedakan itu?

Tentu saja, gue diajakin Mbak Detta tersayang untuk ikutan liat launching album temennya.

Dikasih kabar ini, gue enggak keburu mengiyakan. Bukan jadi orang sok sibuk. Untuk mengantisipasi kalo ternyata ada acara di last minute, yang ternyata, tentu saja enggak ada. Karena gue orang yang gak begitu penting. Hahahaha, jadilah, ajakan ini gue iyakan. Mana mungkin gue nolak coba? Pilihannya tinggal jalan-jalan atau ngedekem di kost-an gue yang panas, gak ada udara, pengap dan menyebalkan itu.

Jadilah, gue bersiap-siap. Acaranya di Mal La Codefin, tepatnya di Barcode. Dan itu di daerah Kemang.

Mendekati gue berangkat, ternyata sodara-sodara, ujan deras. Gue pun mandi
(selama setengah jam lebih, bukan karena ada apa-apa, tapi emang gue amat sangat suka mandi kala di Jakarta. Menyenangkan) dan nunggu ujan reda yang ternyata enggak reda.

Jam tujuh gue berangkat, dan menerobos rintik-rintik ujan yang mencoba membuat tampilan gue terlihat menyedihkan. Padahal gue udah dandan abis-abisan (yah, dandan abis-abisan versi gue) untuk tampil dalam launching album yang berhubungan sama musik (yang langsung gue analogikan sebagai konser musik). Celana jeans sobek-sobek, kaos hitam, gelang, kalung, sama tas ransel hitam. Hahaha tas ini sebenernya bukan aksesori buat jingkrak-jingkrak, cuman gue laper banget, belom makan, dan gue gak sempet makan malam jadi ke Circle K bentar dan beli Cheetos sama wafer buat cemilan.

Toh gue masih sempet ke warnet barang setengah jam untuk update status. Dan akhirnya gue berangkat.

Dan disini kegilaan dimulai. Bajaj yang gue cari, yang biasanya sih banyak banget, ternyata pada jaim di malam minggu. Apa karena gerimis? Gak tau juga.

Dan gue memutuskan untuk terus berjalan sambil terus mencari yang berjudul bajaj sampe akhirnya sampai di tempatnya. Kemang ternyata gak jauh-jauh amat.

Maksud gue, buat seorang gue yang tiap hari (di Malang) jalan kaki dari rumah ke Perpus (suatu hari gue pernah jalan ke perpus, terus lanjut dari perpus ke matos dan dari matos ke rumah, semuanya jalan kaki. Ya, gue emang kurang kerjaan), dari kos-an ke Kemang tidak sejauh itu. Yang menyebalkan cuman gerimisnya doang.

Gue akhirnya sampai di Barcode, dimana gue menemukan diri gue kayaknya salah kostum. Lagian, gak ada satupun kostum gue yang cocok di Jakarta. Gue gak bawa baju banyak, hanya lima biji yang dipakai bergantian sampe gue bosen. Blom sempet balik ke rumah untuk bawa baju lagi, dan gue terlalu kemaruk sama DVD sampe gak bisa beli baju di Jakarta.

Acaranya launching-nya bukan launching album dari sebuah band seperti yang gue bayangkan (dalam bayangan gue, launching ini kayak semacam launching albumnya band-band menye semacam d’massiv), tapi seorang biduanita. Namanya aja Bonita. Gue jadi agak minder. Bukan agak sih sebenernya. Dan lagi, tempatnya terlalu keren buat gue. Hahahaha, semakin minder saja.

Tapi, perduli setan.

So, finally, gue duduk deket temen-temennya Mbak Detta (dan akhirnya terkumpul satu per satu, mulai dari Mbak Vina, Mbak Fitri, Mbak Dewi, Mas Apit dan temennya Mas Apit yang namanya gue lupa karena dia menyebutkan namanya dengan volume yang hanya bisa didengar sama semut) dan mulai menikmati apa yang disediakan malam ini.

Bonita namanya. Cantik banget, berkharisma dan dengan baju yang sederhana tapi mencuri perhatian, dia masuk ke panggung yang dibentuk laksana sebuah ruang tamu di sebuah rumah. Lalu, masuklah satu per satu personilnya. Ada yang megang ketipung (itu ya namanya? Pokoknya itu deh, gendang yang dipukul-pukul), gitaris yang juga suami Bonita dan pemain saxophone.

Tunggu sampe lo denger mereka mulai memporak-porandakan semua ekspektasi lo.

Praktis, tangan gue linu setelah acara selesai. Setiap lagu gue tepuk tangan. Dan Bonita? Oh my Fucking God. She is so unbelievable. Dengan tarikan suaranya yang powerful dan cara bernyanyi yang sudah tidak usah dipertanyakan lagi, gue membuang semua keraguan gue. Gue gak salah kostum. Ini emang konser rock. Bonita yang ngerock.

Anjing.

Suaranya. Merinding banget gue. Dan dia, by the way, buat yang belom tau, seperti gue, adalah salah satu pengisi soundtrack film sang Pemimpi dengan judul Komidi Putar yang mana lagunya ternyata sangat menyenangkan (kok gak ada di filmnya ya?). Dan semuanya bermain dengan gemilang. Gitarisnya oke, pemain gendang itu juga oke dan pemain saxophone-nya membuat gue pengen ikutan niup itu benda walopun gue yakin hanya mengeluarkan suara sumbang.

Satu-satunya keberuntungan yang dimiliki Bonita dalam peluncuran album keduanya Laju waktu itu adalah gue gak hapal lagunya. Beruntunglah dia. Kalo dia tau gue hapal lagunya, dia pasti akan nangis darah begitu tau semua karyanya yang jenius gue hancurkan dengan semena-mena.

Dan hujan yang deras ternyata membuat suasana semakin menggila. Bahkan ada Anda (itu loh yang ngisi ost-nya ada apa dengan cinta?, dan dia KEREN BANGET!) yang ikutan jadi penyanyi latar di salah satu lagu. Wow. Banyak sekali orang keren di Jakarta.

Setelah acara selesai, ternyata ada lagi band yang nyanyi-nyanyi, kali ini lagunya random. Mulai dari Queen sampe bertemu ke Viva La Vida-nya Coldplay. Namun saat itu, sayang sekali, walopun gue hafal lagunya, kita semua harus cabut. You’re so lucky.

Di kost-an gue cuman cengengesan (dan agak kelaperan karena blom makan, tapi SYUKURLAH, ada warung tenda yang jam SETENGAH DUA masih buka dan gue makan soto ayam dengan penuh nafsu) dan mengingat-ngingat kejadian tadi. Betapa kerennya.

Kalo elo, belum pernah mendengarkan live music, dimana penyanyinya punya suara poweful, diiringi petikan gitar yang keren, tabuhan gendang yang mantap dan alunan saxophone yang bikin merinding di sebuah tempat di rooftop dengan lampion warna-warni bergelantungan dan daun-daun di atas kepala lo, hidup lo belum lengkap mampir di dunia yang singkat ini.

Trust me on this.

Candra Aditya
http://nggacor.multiply.com/journal/item/329/Rumah_Bonita
JAN 11, 2010 8:51 AM

This entry was posted in Reviews. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>