Lagu ini adalah salah satu lagu favorit saya. Dan sungguh senang sekali kami (BONITA & the hus BAND) cukup tekun mengaransemennya.
Sebelum keberangkatan ke Singapura bulan Maret lalu, kami merekam lagu “GOD Came to Me” ini bersama dengan tujuh lagu yang lain dalam sebuah album “BONITA & the hus BAND – volume 2 – limited edition” yang hanya kami jual pada saat itu di Singapura. Dan sekarang lagu ini ingin kami ‘share’ kepada teman-teman via media internet ini.
Lagu ini saya tulis sebagai ajakan kepada saya sendiri untuk percaya kepada CINTA sebagai hal yang baik dan memberi kehidupan. Fiktif? Ini hanya imajinasi saya :)
Ide lagu ini adalah sebuah percakapan saya dengan Bonita pada suatu malam. Perbincangan tentang peran/ role kita masing-masing di kehidupan ini. Percakapan itu begitu seru dan menarik memberi ide bagi saya untuk membuat lagu. Setelah malam itu, di setiap perjalanan selama +/- dua jam menuju kantor dengan taxi selalu saya gunakan untuk menulis lagu ini.
Sosok Joni Mitchell dan gayanya yang tenang saat bernyanyi entah kenapa selalu tampil saat saya membayangkan lagu ini. Gaya itu mungkin terdokumentasikan dalam lagu ini (harap maklum) :)
Menyelesaikan lirik yang sudah dimulai merupakan tugas musikal sekaligus sastra yang tidak mudah bagi saya. Seringkali kata-kata yang saya inginkan harus ‘mengalah’ dengan badan musik yang sudah ada, begitu juga sebaliknya:
di beberapa tempat musik yang ‘mengalah’ pada tuturan kata yang saya inginkan. Singkat kata proses menulis lagu ini selesai dan sempat saya rekam bentuk awalnya, teman-teman bisa mendengarnya di link berikut ini >>
GOD Came to Me (versi awal)
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Merekam lagu ini juga sebuah proses yang menarik (selain membawakannya saat live). Saya merasa perlu membuat komposisi sederhana untuk intro, belum lagi kesulitan kami masing-masing sebagai player dan vokalis untuk memberikan yang terbaik pada saat itu untuk merekam. Tidak lupa juga ketekunan Agus Leonardi untuk benar-benar mengoptimalkan input rekaman menjadi satu lagu yang tertata dengan baik dan bisa menyampaikan atmosfer yang diinginkan.
Jadilah rekaman lagu “GOD Came to Me” ini yang bisa teman-teman dengarkan di akhir note ini. Selamat menyimak dan semoga menikmatinya. Terimakasih banyak atas dukungan dan bantuannya :)
With LOVE…
- P. B. Adi -
judul lagu: GOD Came to Me
penggubah: P. B. Adi
yang membawakan: BONITA & the hus BAND
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Bonita: vocals
Petrus Briyanto Adi: acoustic guitars, upright acoustic bass, didgeridoo, vocals
Bharata Eli Gulo: doumbek, cymbal, chimes, shakers, vocals
Jimmy Tobing: soprano saxophones
direkam oleh Agus Leonardi
dimix oleh Agus Leonardi
direkam di rumah AdoyBonitaPram, Cinere
lirik:
GOD Came to Me
God came to me
“it’s good to meet you”, He said with His simple smile
such a familiar face that you won’t forget nor you’ll remember
I told Him
“It feels so real but to surreal..
is it the alpha state that I just entered..?
but it didn’t happen in the other sessions”
“oh why… why tonight? I don’t know what I should do…
You came to me… it’s You..”
“Oh you.. mercy mercy me…
I still don’t know what to do…”
God came to me… with love
God told me
“I bet you feel special that I came to meet you…
greet you and having all this conversation…
but it’s not that special actually, my child…”
I told Him
“it feels surreal than it must be special…
how can it isn’t special that You came to meet the ordinary people..”
“Oh my… my child..” She said
“nothing’s special with Me coming to you…
I’m always here… with you…”
“But still… it’s kinda special…
because you’re aware that I am here…”
God looked at me with love
“I should tell this story to all my friends”
“Don’t bother doing it, my child..
‘Cause they won’t believe you…
but if you choose to do it anyway…
just tell them that it’s only your imagination”
“Oh my… my child..” She said
“nothing’s special with Me coming to you…
I’m always here… with you…”
“But you… you’re special…
cause you’re aware that I am here…”
God looked at me with love
God came to me with love…












Tiba saatnya pada hari Rabu 17 Maret 2010, kami tiba di Blu Jaz pada pukul 8.00 pm untuk melakukan soundcheck bagi penampilan kami pukul 9.00 pm. Pada hari itu kami tampil di lantai 3 kafe Blu Jaz. Suasanya kafenya sangat menarik, atmosfernya kurang lebih sama dengan kafe di mana kami sempat bermain rutin di Jakarta. Setelah soundcheck ’seadanya’ dan makan malam, kami mulai tampil. Tidak dinyana ternyata banyak sekali teman-teman yang pada tanggal 15 & 16 menyaksikan kami di Mosaic Music Festival datang ke Blu Jaz untuk kembali menyaksikan kami tampil di kafe tersebut. Nona juga mengajak beberapa temannya untuk datang menyaksikan kami.
Sebagai gambaran singkat, lantai satu kapasitas penontonnya jauh lebih banyak dibanding lantai 3. Lantai satu bisa memuat penonton sebanyak 70 orang plus beberapa meja lagi yang ada di trotoir luar kafe. Lantai 3 berkapasitas penonton sebanyak +/- 40 orang dengan ruangan yang lebih tertutup. Yang cukup menarik di hari kedua penampilan kami di Blu Jaz adalah tidak adanya orang yang bertugas menata sound system. Orang yang bertugas tersebut ternyata tidak hadir (libur) di hari Kamis. Waaahhh… seru bukan? :) Pertunjukan sempat tertunda sekitar 30 menit dari waktu yang dijadwalkan untuk kami tampil, pukul 9.30 pm baru kami tampil dengan sound system yang saya bingung bagaimana mengaturnya. Tapi kami tetap bisa tampil dengan lancar. Jimmy harus mengeluarkan tenaga ekstra karena di hari kedua penampilan kami tersebut, ia tidak mendapatkan microphone untuk saxophonesnya. Selamat ya Jim, dan terimakasih banyak atas kerja keras doublemu malam itu… :)
Terimakasih banyak kami ucapkan kepada pihak Blu Jaz, teman-teman Indonesia yang tinggal di Singapore yang sudah menyempatkan diri untuk datang melihat dan menikmati musik yang kami mainkan, teman-teman baru kami dari Singapore, para pengunjung Blu Jaz Kafe yang lain, dan tentunya teman-teman dan saudara-saudara kami yang sudah mendukung persiapan dan penampilan kami di SIngapore dalam kunjungan kami kali ini. Kebahagiaan kami tidak akan lengkap tanpa dukungan dan energi positif dari kalian semua. We love you… :’)
- Bharata, Adoy, Esther, Bonita, Jimmy -
kamu istirahat sana!!! :D. Microphones yang digunakan Bharata berkurang satu, tidak lagi enam. Lagi-lagi bukan masalah jumlah, tapi mutu yang didapat dari alat-alat yang ada sungguh baik. Ini yang namanya efisien :) Dan saya pribadi mendapatkan satu pengalaman baru yaitu bahwa tata suara penampilan kami operated dan engineered oleh seorang perempuan :)

Hari pertama penampilan kami di Mosaic Music Festival 2010, Esplanade Singapore sungguh berkesan. Tepat waktu adalah salah satu istilah yang bisa mewakili penyelenggaraan festival musik ini. Tidak ada keterlambatan dalam persiapan dan pelaksanaan acara ini, sejak kami dijemput dari hotel Royal Queens (tempat kami menginap selama turut di MMF 2010), soundcheck, hingga jadwal tampil. Sungguh, tepat waktu ini bukanlah suatu hal yang menegangkan, membebani, atau mengetatkan, tapi justru: SANTAI. Ya kami santai menjalani jadwal-jadwal ini. :)
Efisien, juga istilah lain yang menggambarkan jalannya jadwal-jadwal di MMF2010 ini, setidaknya itu yang terjadi pada kami (karena kami tidak cukup tahu dengan para penampil yang lain). Waktu 1 jam efisien dijalani untuk soundcheck. Jimmy menggunakan mic. Sennheisser MD 414 untuk soprano saxophonenya dan AKG C 416 untuk alto saxophonenya. Yang ’seru’ adalah Bharata, 6 microphones untuknya: Djembe lo, djembe hi, bongo, chimes, cymbal, dan vocal :) terdengar nyaman sekali di panggung, saya sangat percaya begitu juga di area penonton. Kalau dilihat-lihat alat-alat yang digunakan tidak ada yang istimewa. Sederhana, itu juga istilah lain yang bisa menggambarkan pelaksanaan acara ini. Alat-alat yang digunakan biasa saja, bahkan banyak yang jauh lebih mewah atau istimewa di kota asal kami. Tapi yang sangat terlihat di MMF ini adalah instalasinya rapih sekali, komunikasi antar kru panggung begitu baik. Sebagai contoh adalah ketika terjadi saat di mana kedua orang bersamaan menyampaikan pendapat, keduanya segera berhenti berbicara dan akhirnya tertentukan siapa yang berbicara terlebih dahulu dan yang lain mendengarkan >> masalah atau hambatan yang terjadi lebih mudah dan cepat terselesaikan. Good!!
Tampak sekali beliau begitu senang, seakan ada yang ia lepaskan dan membuatnya begitu gembira hingga musik yang kami mainkan membuatnya menari dengan berbagai gaya, “seperti BATAVIA DANCERS” ujar Jimmy. Terimakasih atas tarian dan energi positifnya, Pak!!! :)
BONITA & the hus BAND tampil di Mosaic Music Festival 2010

Ini adalah penampilan BNTHB kedua kalinya di Esplanade, setelah tanggal 17-19 April 2009 lalu BNTHB tampil dalam event “On the Waterfront series – Indie Asia” produksi Esplanade dan Voice of Jakarta. Pa

