![]()
BONITA & the hus BAND – Hard To Handle (Cover)
Featuring Mas Disto on djembe
live at Kedai Disto – June 06, 2010
Festival Budaya Betawi Cipete Vaganza 2010
![]()
BONITA & the hus BAND – Hard To Handle (Cover)
Featuring Mas Disto on djembe
live at Kedai Disto – June 06, 2010
Festival Budaya Betawi Cipete Vaganza 2010
Lagu ini adalah salah satu lagu favorit saya. Dan sungguh senang sekali kami (BONITA & the hus BAND) cukup tekun mengaransemennya.
Sebelum keberangkatan ke Singapura bulan Maret lalu, kami merekam lagu “GOD Came to Me” ini bersama dengan tujuh lagu yang lain dalam sebuah album “BONITA & the hus BAND – volume 2 – limited edition” yang hanya kami jual pada saat itu di Singapura. Dan sekarang lagu ini ingin kami ‘share’ kepada teman-teman via media internet ini.
Lagu ini saya tulis sebagai ajakan kepada saya sendiri untuk percaya kepada CINTA sebagai hal yang baik dan memberi kehidupan. Fiktif? Ini hanya imajinasi saya :)
Ide lagu ini adalah sebuah percakapan saya dengan Bonita pada suatu malam. Perbincangan tentang peran/ role kita masing-masing di kehidupan ini. Percakapan itu begitu seru dan menarik memberi ide bagi saya untuk membuat lagu. Setelah malam itu, di setiap perjalanan selama +/- dua jam menuju kantor dengan taxi selalu saya gunakan untuk menulis lagu ini.
Sosok Joni Mitchell dan gayanya yang tenang saat bernyanyi entah kenapa selalu tampil saat saya membayangkan lagu ini. Gaya itu mungkin terdokumentasikan dalam lagu ini (harap maklum) :)
Menyelesaikan lirik yang sudah dimulai merupakan tugas musikal sekaligus sastra yang tidak mudah bagi saya. Seringkali kata-kata yang saya inginkan harus ‘mengalah’ dengan badan musik yang sudah ada, begitu juga sebaliknya:
di beberapa tempat musik yang ‘mengalah’ pada tuturan kata yang saya inginkan. Singkat kata proses menulis lagu ini selesai dan sempat saya rekam bentuk awalnya, teman-teman bisa mendengarnya di link berikut ini >>
GOD Came to Me (versi awal)
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Merekam lagu ini juga sebuah proses yang menarik (selain membawakannya saat live). Saya merasa perlu membuat komposisi sederhana untuk intro, belum lagi kesulitan kami masing-masing sebagai player dan vokalis untuk memberikan yang terbaik pada saat itu untuk merekam. Tidak lupa juga ketekunan Agus Leonardi untuk benar-benar mengoptimalkan input rekaman menjadi satu lagu yang tertata dengan baik dan bisa menyampaikan atmosfer yang diinginkan.
Jadilah rekaman lagu “GOD Came to Me” ini yang bisa teman-teman dengarkan di akhir note ini. Selamat menyimak dan semoga menikmatinya. Terimakasih banyak atas dukungan dan bantuannya :)
With LOVE…
- P. B. Adi -
judul lagu: GOD Came to Me
penggubah: P. B. Adi
yang membawakan: BONITA & the hus BAND
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Bonita: vocals
Petrus Briyanto Adi: acoustic guitars, upright acoustic bass, didgeridoo, vocals
Bharata Eli Gulo: doumbek, cymbal, chimes, shakers, vocals
Jimmy Tobing: soprano saxophones
direkam oleh Agus Leonardi
dimix oleh Agus Leonardi
direkam di rumah AdoyBonitaPram, Cinere
lirik:
GOD Came to Me
God came to me
“it’s good to meet you”, He said with His simple smile
such a familiar face that you won’t forget nor you’ll remember
I told Him
“It feels so real but to surreal..
is it the alpha state that I just entered..?
but it didn’t happen in the other sessions”
“oh why… why tonight? I don’t know what I should do…
You came to me… it’s You..”
“Oh you.. mercy mercy me…
I still don’t know what to do…”
God came to me… with love
God told me
“I bet you feel special that I came to meet you…
greet you and having all this conversation…
but it’s not that special actually, my child…”
I told Him
“it feels surreal than it must be special…
how can it isn’t special that You came to meet the ordinary people..”
“Oh my… my child..” She said
“nothing’s special with Me coming to you…
I’m always here… with you…”
“But still… it’s kinda special…
because you’re aware that I am here…”
God looked at me with love
“I should tell this story to all my friends”
“Don’t bother doing it, my child..
‘Cause they won’t believe you…
but if you choose to do it anyway…
just tell them that it’s only your imagination”
“Oh my… my child..” She said
“nothing’s special with Me coming to you…
I’m always here… with you…”
“But you… you’re special…
cause you’re aware that I am here…”
God looked at me with love
God came to me with love…
Jadwal MANADO trip:

L.A. Lights Community
Sounds that LIGHT The Night
Menampilkan:
BONITA & the hus BAND
17 April 2010
22:45 waktu Manado
Black Canyon Cafe
Manado Town Square
———-
Jadwal MANADO trip lainnya:
Tanggal 15 & 16 Maret 2010 lalu, BONITA & the hus BAND (BNTHB) yang terdiri atas: Bonita, Petrus Briyanto Adi, Bharata Eli Gulo, dan Jimmy Tobing tampil di Mosaic Music Festival 2010, Esplanade, Singapore.
Penampilan BNTHB mendapat sambutan baik dari para penonton festival tersebut. Tidak hanya warga Indonesia yang tinggal di Singapore, para penonton manca negara juga tampak sangat menikmati dan memberikan respon hangat atas penampilan mereka selama dua hari itu.

bnthb @ i got soul, march 15, 2010
Pada tanggal 15 Maret, BNTHB tampil sebanyak dua sesi dalam tema “I Got Soul”. Pada kedua sesi ini BNTHB membawakan set list yang berbeda, keduanya memuat lagu-lagu BONITA dan juga lagu karya BNTHB serta beberapa lagu cover. Penonton memenuhi hampir seluruh tempat duduk yang tersedia.
Pada hari kedua, BNTHB tampil di panggung Haagen Dazs Living Room yang terletak di Concourse. Pada sesi yang bertema “Tribute to Soul Legends” ini, BNTHB memainkan lagu-lagu dari para legenda musik soul dunia seperti Otis Redding, Curtis Mayfield, James Brown, Aretha Franklin, juga Bob Marley. Tidak ketinggalan lagu karya legenda hidup musik Indonesia Titiek Puspa berjudul “Bimbi” berhasil dibawakan BNTHB dengan baik dan mendapat sambutan hangat dari para hadirin.

bnthb @ tribute to soul legends, march 16, 2010
Pada event ini, BNTHB juga membawa CD album kedua BONITA berjudul “…laju” dan CD album “BONITA & the hus BAND – volume2” yang memang khusus dibuat untuk keikutsertaan mereka dalam event internasional ini.
Selain di Mosaic Music Festival 2010, BNTHB juga menyempatkan diri untuk tampil di Blu Jaz Cafe selama dua hari: 17 & 18 Maret. Pada penampilan di Blu Jaz ini BNTHB juga mendapat sambutan yang begitu meriah dari para penonton. Penonton hampir memenuhi ruangan Blu Jaz Kafe di dua hari penampilan mereka.
Terimakasih banyak kami sampaikan kepada semua teman-teman serta media yang memberi dukungan untuk keberangkatan BNTHB ke Singapore kali ini. Liputan harian serta beberapa video dan foto dokumentasi BNTHB ke Singapore ini dapat dilihat di website: http://www.rumahbonita.com.

BONITA & the hus BAND

BONITA akan hadir dalam “Friday I’m in Lounge” di HardRock 87.6 FM Jakarta
hosted by: Rahmah Umayya dan Iwet Ramadhan.

rahmah umayya

iwet ramadhan
masih dalam rangka promosi album terbaru BONITA “…laju”, BONITA & the hus BAND juga akan menampilkan secara live beberapa lagu dari album “…laju” untuk para HardRockers.
Mari menyimak, menikmati Jumat pagi:
26 Maret 2010
pukul 09.00 WIB
HardRock 87.6 FM Jakarta
Terimakasih teman-teman!!! :)
Tanggal 17 & 18 Maret 2010 kami mendapat kesempatan untuk tampil di Blu Jaz Cafe di daerah Bali Lane Singapore. Kesempatan ini bisa kami dapatkan setelah rekan kami yaitu Nona yang tinggal di Singapore memberikan rujukan beberapa alternatif tempat untuk kami bisa ‘mengamen’, bermain musik sambil memperkenalkan BNTHB dan menjual CD Bonita “…laju” dan BNTHB volume-2. Deta menindaklanjuti rujukan Nona dengan menghampiri Blu Jaz pada bulan Januari lalu. Kami senang sekali karena pada akhirnya pihak Blu Jaz menerima ‘tawaran’ kami untuk bisa mengamen di sana.
Pada tanggal 16 Maret saat kami tampil di Mosaic Music Festival dalam sesi “Tribute to Soul Legends”, Benjamin -sang manajer Blu Jaz Cafe- datang untuk melihat penampilan kami di Concourse, Haagen Dazs Living Room, Esplanade. Hadir juga di Concourse tersebut ibu dari Benjamin dan temannya. Mereka menyatakan kesenangannya akan penampilan kami saat itu dan tidak sabar menyaksikan pertunjukan kami di Blu Jaz keesokan harinya. Terimakasih banyak… :)
Tiba saatnya pada hari Rabu 17 Maret 2010, kami tiba di Blu Jaz pada pukul 8.00 pm untuk melakukan soundcheck bagi penampilan kami pukul 9.00 pm. Pada hari itu kami tampil di lantai 3 kafe Blu Jaz. Suasanya kafenya sangat menarik, atmosfernya kurang lebih sama dengan kafe di mana kami sempat bermain rutin di Jakarta. Setelah soundcheck ’seadanya’ dan makan malam, kami mulai tampil. Tidak dinyana ternyata banyak sekali teman-teman yang pada tanggal 15 & 16 menyaksikan kami di Mosaic Music Festival datang ke Blu Jaz untuk kembali menyaksikan kami tampil di kafe tersebut. Nona juga mengajak beberapa temannya untuk datang menyaksikan kami.
Sesi satu kami lalui dengan lancar dan menyenangkan. Saat sesi kedua berjalan semakin banyak penonton yang naik ke lantai 3 untuk menyaksikan penampilan kami. Kami sungguh senang dan bersemangat menampilkan musik kami. Sungguh tidak dinyana ternyata sambutan para penonton, baik yang sudah atau pun yang belum mengenal kami sangat baik :)
Pada hari Kamis, 17 Maret 2010, kami tampil di lantai 1 Blu Jaz.
Sebagai gambaran singkat, lantai satu kapasitas penontonnya jauh lebih banyak dibanding lantai 3. Lantai satu bisa memuat penonton sebanyak 70 orang plus beberapa meja lagi yang ada di trotoir luar kafe. Lantai 3 berkapasitas penonton sebanyak +/- 40 orang dengan ruangan yang lebih tertutup. Yang cukup menarik di hari kedua penampilan kami di Blu Jaz adalah tidak adanya orang yang bertugas menata sound system. Orang yang bertugas tersebut ternyata tidak hadir (libur) di hari Kamis. Waaahhh… seru bukan? :) Pertunjukan sempat tertunda sekitar 30 menit dari waktu yang dijadwalkan untuk kami tampil, pukul 9.30 pm baru kami tampil dengan sound system yang saya bingung bagaimana mengaturnya. Tapi kami tetap bisa tampil dengan lancar. Jimmy harus mengeluarkan tenaga ekstra karena di hari kedua penampilan kami tersebut, ia tidak mendapatkan microphone untuk saxophonesnya. Selamat ya Jim, dan terimakasih banyak atas kerja keras doublemu malam itu… :)
Sesi kedua berlangsung dari pukul 11.15 pm hingga 00.30 am dengan seru, lancar, dan menyenangkan. Teman-teman kami dari Indonesia cukup banyak yang datang untuk menyaksikan penampilan kami kembali. Begitu juga tamu-tamu lain yang akhirnya memilih untuk mampir ke Blu Jaz menikmati kafe dan musik live yang kami mainkan.

Satu hal yang cukup baik saya amati adalah para penonton begitu ‘mencintai’ kami. Mereka sangat menghargai musik yang kami tampilkan. Dari respon mereka, mereka sangat senang ketika kami membawakan repertoire ciptaan kami sendiri atau lagu-lagu Bonita. Dan para penonton tidak ragu untuk memberikan komentar langsung kepada kami setelah kami turun panggung. Lugas, asertif, dan sekaligus menguatkan/ menyemangatkan. Kami sangat senang dengan ini karena bagi kami, saat kami bermain kami juga mengeluarkan semua tenaga dan semangat yang ada tanpa kami tunda atau kami irit-irit, semuanya untuk apa yang kami mainkan dan tampilkan juga secara lugas dan tulus. Dan kami bersyukur ternyata hal tersebut mereka tangkap dalam penampilan kami.
Terimakasih banyak kami ucapkan kepada pihak Blu Jaz, teman-teman Indonesia yang tinggal di Singapore yang sudah menyempatkan diri untuk datang melihat dan menikmati musik yang kami mainkan, teman-teman baru kami dari Singapore, para pengunjung Blu Jaz Kafe yang lain, dan tentunya teman-teman dan saudara-saudara kami yang sudah mendukung persiapan dan penampilan kami di SIngapore dalam kunjungan kami kali ini. Kebahagiaan kami tidak akan lengkap tanpa dukungan dan energi positif dari kalian semua. We love you… :’)
Kesan-kesan baik yang kami dapatkan di hari pertama tetap kami dapatkan di hari kedua. Menyenangkan sekali. Satu hal lagi yang saya sadari kemarin adalah bahwa penyelengggara memperlakukan kami begitu baik dan bermartabat. Hal ini bisa dilihat dari niat mereka untuk memberikan asistensi yang terbaik bagi kami. Sampai-sampai ‘boss’nya Mosaic Music Festival sendiri (Lee Esther Chloe Masada) datang menjemput untuk kami untuk berangkat melakukan soundcheck ke Esplanade. Membahagiakan sekali ketika kita merasa diri kita berharga. Terimakasih :)
- Bharata, Adoy, Esther, Bonita, Jimmy -
Soundcheck berjalan dengan baik dan lancar. Jimmy mendapatkan dua buah monitor untuk dirinya sendiri!! :) satu untuk monitor vokal, dan satu lagi untuk monitor instruments. Membuatnya bermain lebih optimal, selamat ya Jim :) cool… Dan untuk setist di hari kedua ini (untuk tema “Tribute to Soul Legends”) ini Jimmy hanya menggunakan alto saxophonenya; soprano,
kamu istirahat sana!!! :D. Microphones yang digunakan Bharata berkurang satu, tidak lagi enam. Lagi-lagi bukan masalah jumlah, tapi mutu yang didapat dari alat-alat yang ada sungguh baik. Ini yang namanya efisien :) Dan saya pribadi mendapatkan satu pengalaman baru yaitu bahwa tata suara penampilan kami operated dan engineered oleh seorang perempuan :)
Pada saat tampil, suara yang kami dengar jelas berbeda dengan hari sebelumnya ketika kami bermain di outdoor, karena yang kali ini ruangannya indoor, dengan atap yang tinggi dan dinding-dinding marmer. Tapi suaranya tetap nyaman dan enak didengar. Salut buat para kru dan sound engineer di Esplanade:

KEREN dan BAIK!!! Suasana kali ini lebih intim, penonton berada pada satu level dengan area penampil. Mereka duduk-duduk di sofa santai dan di karpet dengan bantal-bantal kecil, ada yang sambil bersila, ada yang sambil bersandar santai di sofa. Buat kami, ini seperti pulang ke rumah, setting yang biasa kami mainkan :)
7 lagu tuntas kami bawakan: “Hard to Handle”, “People Get Ready”, “Waiting in Vain”, “R.E.S.P.E.C.T”, “Bimbi”, “I Feel Good”, dan “It’s Over Now”. Tepat pada bagian coda lagu “Bimbi” senar satu gitar saya putus :O
Saya memutuskan tidak mengganti senar tersebut setelah melihat jam tangan saya: “waktu tampil tinggal 12 menit lagi!”. Masih ada dua lagu lagi: “I Feel Good” sekitar 4menit, “It’s Over Now” sekitar 7 menit, belum ditambah introduksi kedua lagu tersebut. Tidak mungkin sempat saya menggantinya. Jadilah saya memutuskan, tidak usah ganti senar. Lima senar saja untuk dua lagu terakhir :) Syukur bisa berjalan dengan lancar hingga lagu terakhir usai kami mainkan.

Sekali lagi, kerjasama antar pihak sungguh membuat penampilan kami berjalan dengan baik. Saya merasa bahagia dan bangga. Terimakasih semuanya!!! :’)
-adoy-