![]()
BONITA & the hus BAND – Hard To Handle (Cover)
Featuring Mas Disto on djembe
live at Kedai Disto – June 06, 2010
Festival Budaya Betawi Cipete Vaganza 2010
![]()
BONITA & the hus BAND – Hard To Handle (Cover)
Featuring Mas Disto on djembe
live at Kedai Disto – June 06, 2010
Festival Budaya Betawi Cipete Vaganza 2010
Lagu ini adalah salah satu lagu favorit saya. Dan sungguh senang sekali kami (BONITA & the hus BAND) cukup tekun mengaransemennya.
Sebelum keberangkatan ke Singapura bulan Maret lalu, kami merekam lagu “GOD Came to Me” ini bersama dengan tujuh lagu yang lain dalam sebuah album “BONITA & the hus BAND – volume 2 – limited edition” yang hanya kami jual pada saat itu di Singapura. Dan sekarang lagu ini ingin kami ‘share’ kepada teman-teman via media internet ini.
Lagu ini saya tulis sebagai ajakan kepada saya sendiri untuk percaya kepada CINTA sebagai hal yang baik dan memberi kehidupan. Fiktif? Ini hanya imajinasi saya :)
Ide lagu ini adalah sebuah percakapan saya dengan Bonita pada suatu malam. Perbincangan tentang peran/ role kita masing-masing di kehidupan ini. Percakapan itu begitu seru dan menarik memberi ide bagi saya untuk membuat lagu. Setelah malam itu, di setiap perjalanan selama +/- dua jam menuju kantor dengan taxi selalu saya gunakan untuk menulis lagu ini.
Sosok Joni Mitchell dan gayanya yang tenang saat bernyanyi entah kenapa selalu tampil saat saya membayangkan lagu ini. Gaya itu mungkin terdokumentasikan dalam lagu ini (harap maklum) :)
Menyelesaikan lirik yang sudah dimulai merupakan tugas musikal sekaligus sastra yang tidak mudah bagi saya. Seringkali kata-kata yang saya inginkan harus ‘mengalah’ dengan badan musik yang sudah ada, begitu juga sebaliknya:
di beberapa tempat musik yang ‘mengalah’ pada tuturan kata yang saya inginkan. Singkat kata proses menulis lagu ini selesai dan sempat saya rekam bentuk awalnya, teman-teman bisa mendengarnya di link berikut ini >>
GOD Came to Me (versi awal)
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Merekam lagu ini juga sebuah proses yang menarik (selain membawakannya saat live). Saya merasa perlu membuat komposisi sederhana untuk intro, belum lagi kesulitan kami masing-masing sebagai player dan vokalis untuk memberikan yang terbaik pada saat itu untuk merekam. Tidak lupa juga ketekunan Agus Leonardi untuk benar-benar mengoptimalkan input rekaman menjadi satu lagu yang tertata dengan baik dan bisa menyampaikan atmosfer yang diinginkan.
Jadilah rekaman lagu “GOD Came to Me” ini yang bisa teman-teman dengarkan di akhir note ini. Selamat menyimak dan semoga menikmatinya. Terimakasih banyak atas dukungan dan bantuannya :)
With LOVE…
- P. B. Adi -
judul lagu: GOD Came to Me
penggubah: P. B. Adi
yang membawakan: BONITA & the hus BAND
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Bonita: vocals
Petrus Briyanto Adi: acoustic guitars, upright acoustic bass, didgeridoo, vocals
Bharata Eli Gulo: doumbek, cymbal, chimes, shakers, vocals
Jimmy Tobing: soprano saxophones
direkam oleh Agus Leonardi
dimix oleh Agus Leonardi
direkam di rumah AdoyBonitaPram, Cinere
lirik:
GOD Came to Me
God came to me
“it’s good to meet you”, He said with His simple smile
such a familiar face that you won’t forget nor you’ll remember
I told Him
“It feels so real but to surreal..
is it the alpha state that I just entered..?
but it didn’t happen in the other sessions”
“oh why… why tonight? I don’t know what I should do…
You came to me… it’s You..”
“Oh you.. mercy mercy me…
I still don’t know what to do…”
God came to me… with love
God told me
“I bet you feel special that I came to meet you…
greet you and having all this conversation…
but it’s not that special actually, my child…”
I told Him
“it feels surreal than it must be special…
how can it isn’t special that You came to meet the ordinary people..”
“Oh my… my child..” She said
“nothing’s special with Me coming to you…
I’m always here… with you…”
“But still… it’s kinda special…
because you’re aware that I am here…”
God looked at me with love
“I should tell this story to all my friends”
“Don’t bother doing it, my child..
‘Cause they won’t believe you…
but if you choose to do it anyway…
just tell them that it’s only your imagination”
“Oh my… my child..” She said
“nothing’s special with Me coming to you…
I’m always here… with you…”
“But you… you’re special…
cause you’re aware that I am here…”
God looked at me with love
God came to me with love…
Tanggal 15 & 16 Maret 2010 lalu, BONITA & the hus BAND (BNTHB) yang terdiri atas: Bonita, Petrus Briyanto Adi, Bharata Eli Gulo, dan Jimmy Tobing tampil di Mosaic Music Festival 2010, Esplanade, Singapore.
Penampilan BNTHB mendapat sambutan baik dari para penonton festival tersebut. Tidak hanya warga Indonesia yang tinggal di Singapore, para penonton manca negara juga tampak sangat menikmati dan memberikan respon hangat atas penampilan mereka selama dua hari itu.

bnthb @ i got soul, march 15, 2010
Pada tanggal 15 Maret, BNTHB tampil sebanyak dua sesi dalam tema “I Got Soul”. Pada kedua sesi ini BNTHB membawakan set list yang berbeda, keduanya memuat lagu-lagu BONITA dan juga lagu karya BNTHB serta beberapa lagu cover. Penonton memenuhi hampir seluruh tempat duduk yang tersedia.
Pada hari kedua, BNTHB tampil di panggung Haagen Dazs Living Room yang terletak di Concourse. Pada sesi yang bertema “Tribute to Soul Legends” ini, BNTHB memainkan lagu-lagu dari para legenda musik soul dunia seperti Otis Redding, Curtis Mayfield, James Brown, Aretha Franklin, juga Bob Marley. Tidak ketinggalan lagu karya legenda hidup musik Indonesia Titiek Puspa berjudul “Bimbi” berhasil dibawakan BNTHB dengan baik dan mendapat sambutan hangat dari para hadirin.

bnthb @ tribute to soul legends, march 16, 2010
Pada event ini, BNTHB juga membawa CD album kedua BONITA berjudul “…laju” dan CD album “BONITA & the hus BAND – volume2” yang memang khusus dibuat untuk keikutsertaan mereka dalam event internasional ini.
Selain di Mosaic Music Festival 2010, BNTHB juga menyempatkan diri untuk tampil di Blu Jaz Cafe selama dua hari: 17 & 18 Maret. Pada penampilan di Blu Jaz ini BNTHB juga mendapat sambutan yang begitu meriah dari para penonton. Penonton hampir memenuhi ruangan Blu Jaz Kafe di dua hari penampilan mereka.
Terimakasih banyak kami sampaikan kepada semua teman-teman serta media yang memberi dukungan untuk keberangkatan BNTHB ke Singapore kali ini. Liputan harian serta beberapa video dan foto dokumentasi BNTHB ke Singapore ini dapat dilihat di website: http://www.rumahbonita.com.

BONITA & the hus BAND
Tanggal 17 & 18 Maret 2010 kami mendapat kesempatan untuk tampil di Blu Jaz Cafe di daerah Bali Lane Singapore. Kesempatan ini bisa kami dapatkan setelah rekan kami yaitu Nona yang tinggal di Singapore memberikan rujukan beberapa alternatif tempat untuk kami bisa ‘mengamen’, bermain musik sambil memperkenalkan BNTHB dan menjual CD Bonita “…laju” dan BNTHB volume-2. Deta menindaklanjuti rujukan Nona dengan menghampiri Blu Jaz pada bulan Januari lalu. Kami senang sekali karena pada akhirnya pihak Blu Jaz menerima ‘tawaran’ kami untuk bisa mengamen di sana.
Pada tanggal 16 Maret saat kami tampil di Mosaic Music Festival dalam sesi “Tribute to Soul Legends”, Benjamin -sang manajer Blu Jaz Cafe- datang untuk melihat penampilan kami di Concourse, Haagen Dazs Living Room, Esplanade. Hadir juga di Concourse tersebut ibu dari Benjamin dan temannya. Mereka menyatakan kesenangannya akan penampilan kami saat itu dan tidak sabar menyaksikan pertunjukan kami di Blu Jaz keesokan harinya. Terimakasih banyak… :)
Tiba saatnya pada hari Rabu 17 Maret 2010, kami tiba di Blu Jaz pada pukul 8.00 pm untuk melakukan soundcheck bagi penampilan kami pukul 9.00 pm. Pada hari itu kami tampil di lantai 3 kafe Blu Jaz. Suasanya kafenya sangat menarik, atmosfernya kurang lebih sama dengan kafe di mana kami sempat bermain rutin di Jakarta. Setelah soundcheck ’seadanya’ dan makan malam, kami mulai tampil. Tidak dinyana ternyata banyak sekali teman-teman yang pada tanggal 15 & 16 menyaksikan kami di Mosaic Music Festival datang ke Blu Jaz untuk kembali menyaksikan kami tampil di kafe tersebut. Nona juga mengajak beberapa temannya untuk datang menyaksikan kami.
Sesi satu kami lalui dengan lancar dan menyenangkan. Saat sesi kedua berjalan semakin banyak penonton yang naik ke lantai 3 untuk menyaksikan penampilan kami. Kami sungguh senang dan bersemangat menampilkan musik kami. Sungguh tidak dinyana ternyata sambutan para penonton, baik yang sudah atau pun yang belum mengenal kami sangat baik :)
Pada hari Kamis, 17 Maret 2010, kami tampil di lantai 1 Blu Jaz.
Sebagai gambaran singkat, lantai satu kapasitas penontonnya jauh lebih banyak dibanding lantai 3. Lantai satu bisa memuat penonton sebanyak 70 orang plus beberapa meja lagi yang ada di trotoir luar kafe. Lantai 3 berkapasitas penonton sebanyak +/- 40 orang dengan ruangan yang lebih tertutup. Yang cukup menarik di hari kedua penampilan kami di Blu Jaz adalah tidak adanya orang yang bertugas menata sound system. Orang yang bertugas tersebut ternyata tidak hadir (libur) di hari Kamis. Waaahhh… seru bukan? :) Pertunjukan sempat tertunda sekitar 30 menit dari waktu yang dijadwalkan untuk kami tampil, pukul 9.30 pm baru kami tampil dengan sound system yang saya bingung bagaimana mengaturnya. Tapi kami tetap bisa tampil dengan lancar. Jimmy harus mengeluarkan tenaga ekstra karena di hari kedua penampilan kami tersebut, ia tidak mendapatkan microphone untuk saxophonesnya. Selamat ya Jim, dan terimakasih banyak atas kerja keras doublemu malam itu… :)
Sesi kedua berlangsung dari pukul 11.15 pm hingga 00.30 am dengan seru, lancar, dan menyenangkan. Teman-teman kami dari Indonesia cukup banyak yang datang untuk menyaksikan penampilan kami kembali. Begitu juga tamu-tamu lain yang akhirnya memilih untuk mampir ke Blu Jaz menikmati kafe dan musik live yang kami mainkan.

Satu hal yang cukup baik saya amati adalah para penonton begitu ‘mencintai’ kami. Mereka sangat menghargai musik yang kami tampilkan. Dari respon mereka, mereka sangat senang ketika kami membawakan repertoire ciptaan kami sendiri atau lagu-lagu Bonita. Dan para penonton tidak ragu untuk memberikan komentar langsung kepada kami setelah kami turun panggung. Lugas, asertif, dan sekaligus menguatkan/ menyemangatkan. Kami sangat senang dengan ini karena bagi kami, saat kami bermain kami juga mengeluarkan semua tenaga dan semangat yang ada tanpa kami tunda atau kami irit-irit, semuanya untuk apa yang kami mainkan dan tampilkan juga secara lugas dan tulus. Dan kami bersyukur ternyata hal tersebut mereka tangkap dalam penampilan kami.
Terimakasih banyak kami ucapkan kepada pihak Blu Jaz, teman-teman Indonesia yang tinggal di Singapore yang sudah menyempatkan diri untuk datang melihat dan menikmati musik yang kami mainkan, teman-teman baru kami dari Singapore, para pengunjung Blu Jaz Kafe yang lain, dan tentunya teman-teman dan saudara-saudara kami yang sudah mendukung persiapan dan penampilan kami di SIngapore dalam kunjungan kami kali ini. Kebahagiaan kami tidak akan lengkap tanpa dukungan dan energi positif dari kalian semua. We love you… :’)
Kesan-kesan baik yang kami dapatkan di hari pertama tetap kami dapatkan di hari kedua. Menyenangkan sekali. Satu hal lagi yang saya sadari kemarin adalah bahwa penyelengggara memperlakukan kami begitu baik dan bermartabat. Hal ini bisa dilihat dari niat mereka untuk memberikan asistensi yang terbaik bagi kami. Sampai-sampai ‘boss’nya Mosaic Music Festival sendiri (Lee Esther Chloe Masada) datang menjemput untuk kami untuk berangkat melakukan soundcheck ke Esplanade. Membahagiakan sekali ketika kita merasa diri kita berharga. Terimakasih :)
- Bharata, Adoy, Esther, Bonita, Jimmy -
Soundcheck berjalan dengan baik dan lancar. Jimmy mendapatkan dua buah monitor untuk dirinya sendiri!! :) satu untuk monitor vokal, dan satu lagi untuk monitor instruments. Membuatnya bermain lebih optimal, selamat ya Jim :) cool… Dan untuk setist di hari kedua ini (untuk tema “Tribute to Soul Legends”) ini Jimmy hanya menggunakan alto saxophonenya; soprano,
kamu istirahat sana!!! :D. Microphones yang digunakan Bharata berkurang satu, tidak lagi enam. Lagi-lagi bukan masalah jumlah, tapi mutu yang didapat dari alat-alat yang ada sungguh baik. Ini yang namanya efisien :) Dan saya pribadi mendapatkan satu pengalaman baru yaitu bahwa tata suara penampilan kami operated dan engineered oleh seorang perempuan :)
Pada saat tampil, suara yang kami dengar jelas berbeda dengan hari sebelumnya ketika kami bermain di outdoor, karena yang kali ini ruangannya indoor, dengan atap yang tinggi dan dinding-dinding marmer. Tapi suaranya tetap nyaman dan enak didengar. Salut buat para kru dan sound engineer di Esplanade:

KEREN dan BAIK!!! Suasana kali ini lebih intim, penonton berada pada satu level dengan area penampil. Mereka duduk-duduk di sofa santai dan di karpet dengan bantal-bantal kecil, ada yang sambil bersila, ada yang sambil bersandar santai di sofa. Buat kami, ini seperti pulang ke rumah, setting yang biasa kami mainkan :)
7 lagu tuntas kami bawakan: “Hard to Handle”, “People Get Ready”, “Waiting in Vain”, “R.E.S.P.E.C.T”, “Bimbi”, “I Feel Good”, dan “It’s Over Now”. Tepat pada bagian coda lagu “Bimbi” senar satu gitar saya putus :O
Saya memutuskan tidak mengganti senar tersebut setelah melihat jam tangan saya: “waktu tampil tinggal 12 menit lagi!”. Masih ada dua lagu lagi: “I Feel Good” sekitar 4menit, “It’s Over Now” sekitar 7 menit, belum ditambah introduksi kedua lagu tersebut. Tidak mungkin sempat saya menggantinya. Jadilah saya memutuskan, tidak usah ganti senar. Lima senar saja untuk dua lagu terakhir :) Syukur bisa berjalan dengan lancar hingga lagu terakhir usai kami mainkan.

Sekali lagi, kerjasama antar pihak sungguh membuat penampilan kami berjalan dengan baik. Saya merasa bahagia dan bangga. Terimakasih semuanya!!! :’)
-adoy-
Hari pertama penampilan kami di Mosaic Music Festival 2010, Esplanade Singapore sungguh berkesan. Tepat waktu adalah salah satu istilah yang bisa mewakili penyelenggaraan festival musik ini. Tidak ada keterlambatan dalam persiapan dan pelaksanaan acara ini, sejak kami dijemput dari hotel Royal Queens (tempat kami menginap selama turut di MMF 2010), soundcheck, hingga jadwal tampil. Sungguh, tepat waktu ini bukanlah suatu hal yang menegangkan, membebani, atau mengetatkan, tapi justru: SANTAI. Ya kami santai menjalani jadwal-jadwal ini. :)
Efisien, juga istilah lain yang menggambarkan jalannya jadwal-jadwal di MMF2010 ini, setidaknya itu yang terjadi pada kami (karena kami tidak cukup tahu dengan para penampil yang lain). Waktu 1 jam efisien dijalani untuk soundcheck. Jimmy menggunakan mic. Sennheisser MD 414 untuk soprano saxophonenya dan AKG C 416 untuk alto saxophonenya. Yang ’seru’ adalah Bharata, 6 microphones untuknya: Djembe lo, djembe hi, bongo, chimes, cymbal, dan vocal :) terdengar nyaman sekali di panggung, saya sangat percaya begitu juga di area penonton. Kalau dilihat-lihat alat-alat yang digunakan tidak ada yang istimewa. Sederhana, itu juga istilah lain yang bisa menggambarkan pelaksanaan acara ini. Alat-alat yang digunakan biasa saja, bahkan banyak yang jauh lebih mewah atau istimewa di kota asal kami. Tapi yang sangat terlihat di MMF ini adalah instalasinya rapih sekali, komunikasi antar kru panggung begitu baik. Sebagai contoh adalah ketika terjadi saat di mana kedua orang bersamaan menyampaikan pendapat, keduanya segera berhenti berbicara dan akhirnya tertentukan siapa yang berbicara terlebih dahulu dan yang lain mendengarkan >> masalah atau hambatan yang terjadi lebih mudah dan cepat terselesaikan. Good!!
Saatnya kami tampil. Kami mendapat jadwal tampil di Mosaic Music Station yang bertempat di Outdoor Theatre dalam tema “I Got Soul” pada pukul 7.00 – 7.40 pm untuk sesi pertama dan sesi keduanya pada pukul 9.00 – 9.40 pm. Puji Tuhan keduanya berjalan dengan lancar. Di luar dugaan saya pribadi, penonton yang hadir dan menyimak jumlahnya cukup banyak!! :) Sebelum saat kami tampil, saya sempat berpikir bahwa hadirin yang datang jumlahnya akan sedikit, “Ini hari Senin soalnya, siapa juga yang mau nonton di awal minggu”, pikir saya. Ternyata salah pemikiran saya. Yang datang banyak dan antusias dengan musik yang kami mainkan. Bahagia sekali mendapatkan kenyataan tersebut :) Pada akhir sesi pertama kami membawakan lagu “Merah” dari album pertama Bonita. Entah bagaimana sebabnya, seorang bapak yang sedang menonton kami langsung turun dari tempat duduknya dan menari-nari hampir sepanjang pinggir bawah panggung.
Tampak sekali beliau begitu senang, seakan ada yang ia lepaskan dan membuatnya begitu gembira hingga musik yang kami mainkan membuatnya menari dengan berbagai gaya, “seperti BATAVIA DANCERS” ujar Jimmy. Terimakasih atas tarian dan energi positifnya, Pak!!! :)
Sesi kedua juga dijalani dengan sangat menyenangkan. Setlist yang kami siapkan untuk sesi kedua juga lebih HARD. Penonton di sesi kedua kami tampil bertambah banyak. ‘Kerjasama’ yang indah sekali terasa oleh saya dari atas panggung, kerjasama yang menyemangatkan, yang sederhana, yang membahagiakan antara saya dan Bharata, Jimmy, dan Bonita, antara kami dengan para penonton, antara kami dengan para kru, antara kami dengan panggung, antara panggung dan penonton, antara kami-penonton dengan event, dan banyak lagi kombinasi lainnya.

Terimakasih banyak, teman-teman dan saudaraku… Kami senang :)
- adoy -
BONITA & the hus BAND tampil di Mosaic Music Festival 2010
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
BONITA & the hus BAND akan memeriahkan Mosaic Music Festival 2010, Esplanade, Singapore pada 15 & 16 Maret 2010.
Mosaic Music Festival (MMF) adalah festival musik tahunan yang diselenggarakan oleh Esplanade sejak tahun 2005. Dengan menggandeng pemusik-pemusik dari beragam genre dari seluruh dunia, MMF 2010 akan berlangsung selama 10 hari sejak tanggal 12 Maret.
Untuk tahun ini, MMF akan menampilkan sederetan artis dunia di antaranya: Kenny “Babyface” Edmonds, Branford Marsalis, Randy Brecker/ Bill Evans/ Steve Lukather/ Robben Ford/ Darryl Jones, Christian McBride, Kings of Convenience, Kool & the Gang, Pink Martini, dan masih banyak lagi.
Bagi BONITA & the hus BAND (BNTHB) yang terdiri atas : Bonita (vocal, tambourine), Petrus ‘Adoy’ Briyanto Adi (guitar, vocal), Bharata Eli Gulo (percussions, vocal), dan Jimmy Tobing (saxophones), MMF 2010 ini adalah kali kedua bagi mereka tampil di panggung Esplanade.
Tahun sebelumnya BNTHB tampil dalam acara “On the Waterfront Series: Indie-Asia” produksi Esplanade dan Voice of Jakarta. Pada penampilan tersebut BNTHB mendapat tanggapan positif baik dari pemirsa maupun pihak Esplanade. Hal ini terbukti dengan sambutan yang begitu meriah dan terjual habisnya CD volume1 BNTHB selama tiga hari pertunjukan mereka.

Untuk MMF2010, BNTHB akan mulai tampil pada pada 15 Maret 2010 di Mosaic Music Station yang bertempat di Outdoor Stage pada pukul 21.00-21.40 dalam tema “I Got Soul”. Dalam penampilan ini BNTHB akan membawakan karya mereka dan lagu-lagu yang ada dalam album kedua BONITA “…laju” seperti: “ARI”, “It’s Over Now” serta beberapa cover songs dalam warna ‘Soul’ dan ‘R&B’ ala BNTHB.
Keesokan harinya pada 16 Maret 2010, BNTHB akan tampil pada jam 20.15-21.00 di Häagen-Dazs Living Room yang bertempat di Concourse dalam tema “Tribute to Soul Legends”. Di panggung ini BNTHB akan membawakan beberapa lagu yang merupakan karya dari/ dipopulerkan oleh beberapa legenda musik soul seperti: Otis Redding, Curtis Mayfield, James Brown, Aretha Franklin.
Yang menarik dari penampilan ini adalah BNTHB akan membawakan satu lagu dari legenda-hidup musik populer Indonesia yaitu Titiek Puspa. BNTHB akan membawakan versi mereka untuk lagu “Bimbi” yang juga pernah dibawakan oleh the Rollies.
“Suatu kebanggaan bagi kami untuk bisa membawakan karya seorang legenda-hidup dari negeri kita sendiri dalam sebuah event internasional. Terimakasih banyak tante Titiek atas karya dan restunya untuk kami bisa membawakannya,” ungkap Bonita mengenai lagu tersebut.
Keinginan BNTHB untuk membawa harum nama Indonesia juga mereka nyatakan dalam pemilihan kostum tampil. Batik menjadi pilihan mereka untuk dikenakan selama dua hari penampilan BNTHB di MMF2010.
Terpilihnya BNTHB dalam MMF2010 dirasa sebagai sebuah keberuntungan yang tak ternilai karena tawaran ini datang seiring berjalannya promosi dan publikasi album kedua BONITA “…laju”. Album yang diluncurkan pada 9 Januari 2010 kini tengah masuk dalam penggandaan keping CD ke-2000. Kesempatan tampil di MMF2010 ini digunakan untuk memasarkan “…laju” secara langsung (direct selling) saat penampilan BNTHB. Selain “…laju”, BNTHB juga akan membawa album “BONITA & the hus BAND volume 2″ yang khusus diproduksi dalam jumlah terbatas untuk keikutsertaan mereka dalam MMF2010.
Dalam rangkaian kedatangan ke negeri Singa ini juga, BNTHB mendapatkan kesempatan ‘ngamen’ di BluJaz Cafe pada tanggal 17 dan 18 Maret.
Keikutsertaan BONITA & the hus BAND ke dalam MMF2010 ini tidak lepas dari kerja keras rekan-rekan Voice of Jakarta yang terus mempromosikan pemusik-pemusik independen Indonesia untuk bisa tampil dalam festival internasional bergengsi ini.
“Kami bahagia memilih cara independen dalam berindustri musik. Keuntungan yang didapat begitu besar, mungkin bukan secara profit tapi yang jelas benefitnya sungguh tak ternilai,” ujar Bonita.